Nusantara Mahayatra
Desain & Visual

Kenapa Harus “Lorem Ipsum”? Kenapa Bukan Teks Lain?

Rio ChanRio ChanSider - 10 postingan7 hari yang laluDiperbarui 6 hari yang lalu
Kenapa Desainer Sering Menulis “Lorem Ipsum”?

Pernah melihat desain website, poster, atau aplikasi yang penuh dengan tulisan:

“Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit”

Mungkin kita sudah terlalu sering melihatnya sampai tidak pernah bertanya:

Sebenarnya, Lorem Ipsum itu apa? Dan kenapa hampir semua desainer menggunakannya?

Ternyata, Lorem Ipsum jauh lebih tua daripada dunia desain digital.

Berawal dari Roma Kuno

Lorem Ipsum berasal dari karya filsuf dan negarawan Romawi, Marcus Tullius Cicero, yang menulis “De Finibus Bonorum et Malorum” sekitar 45 SM.

Teks aslinya membahas persoalan filsafat, terutama tentang kebaikan, kebahagiaan, dan rasa sakit.

Salah satu bagian teks tersebut berbunyi:

“Neque porro quisquam est qui dolorem ipsum quia dolor sit amet”

Dari sinilah potongan teks yang kemudian kita kenal sebagai:

“Lorem ipsum dolor sit amet”

Namun, teks Lorem Ipsum yang kita gunakan sekarang bukanlah kutipan asli dari Cicero. Teks tersebut telah dipotong, diubah, dan diacak sehingga kehilangan makna aslinya.

Lalu, Apa Hubungannya dengan Desain?

Berabad-abad kemudian, potongan teks tersebut menemukan kehidupan baru di dunia percetakan.

Para typesetter (orang yang bertugas menata dan menyusun huruf/teks agar siap dicetak).  Dan percetakan membutuhkan teks contoh untuk melihat bagaimana sebuah halaman akan terlihat ketika dipenuhi tulisan.

Mereka membutuhkan sesuatu untuk menguji:

  • Bentuk dan ukuran huruf,

  • Panjang baris,

  • Jarak antarbaris,

  • Komposisi halaman,

  • Dan keseimbangan antara teks dengan elemen visual.

Menggunakan teks biasa sebenarnya bisa dilakukan. Tapi ada satu masalah:

Orang akan membaca isinya.

Ketika seseorang membaca sebuah kalimat, perhatian mereka akan tertuju pada makna.

Lorem Ipsum menawarkan solusi sederhana.

Teksnya terlihat seperti bahasa, tetapi tidak memiliki pesan yang perlu diperhatikan.

Dari Dummy Text Menjadi Placeholder

Ketika dunia desain memasuki era komputer dan desktop publishing, penggunaan Lorem Ipsum semakin meluas.

Desainer bisa memasukkan Lorem Ipsum ke dalam layout sebelum copywriting final tersedia.

Misalnya sebuah website belum memiliki teks:

Judul belum final.
Deskripsi belum ditulis.
Copy belum disetujui.

Daripada membiarkan layout kosong, desainer memasukkan Lorem Ipsum.

Bukan karena Lorem Ipsum adalah isi yang sebenarnya.

Tetapi karena desainer ingin melihat:

“Kalau nanti ada teks di sini, tampilannya akan seperti apa?”

Di sinilah Lorem Ipsum berubah fungsi, dari sekadar teks contoh menjadi placeholder.

Kenapa Sampai Sekarang Masih Dipakai?

Karena dalam proses desain, terkadang kita perlu memisahkan dua hal:

“Apa yang dikatakan” dan “Bagaimana sesuatu terlihat”.

Lorem Ipsum membantu desainer fokus pada bagian kedua.

Typography, hierarchy, spacing, alignment, dan composition dapat diuji tanpa terganggu oleh makna tulisan.Itulah alasan mengapa sampai hari ini kita masih menemukan "Lorem Ipsum".

Di website, aplikasi, poster, majalah, template, hingga prototype UI. Sebuah teks yang awalnya membahas filsafat tentang kehidupan dan kebahagiaan akhirnya justru menjadi salah satu teks paling terkenal di dunia desain.

#desain

#desain

Balasan (1)