Semua Brand Terlihat Profesional, Tapi Terlihat Sama
Coba perhatikan logo, kemasan, website, hingga iklan berbagai perusahaan hari ini. Banyak yang terlihat modern, bersih, rapi, dan profesional. Masalahnya, semakin banyak brand justru terlihat seperti dibuat dari cetakan yang sama. Logo dibuat sederhana. Tipografi menggunakan sans-serif. Warna dibuat netral. Layout dibuat lapang. Foto produknya minimalis. Secara desain, semuanya aman. Tetapi dalam persaingan merebut perhatian, terlalu aman bisa menjadi masalah.
Fenomena ini tidak muncul tanpa alasan. Dunia branding memang bergerak menuju kesederhanaan karena identitas visual harus mudah dibaca di berbagai ukuran layar, mudah diaplikasikan ke media digital, dan fleksibel digunakan dalam berbagai konteks. Namun ketika terlalu banyak brand mengikuti formula yang sama, fungsi desain sebagai pembeda mulai melemah. Desain bukan hanya soal terlihat bagus. Salah satu tugas terpentingnya adalah membuat sebuah brand mudah dikenali dan sulit tertukar dengan yang lain.
Karena itu, tren desain hari ini menarik. Setelah bertahun-tahun mengejar tampilan yang bersih dan sempurna, banyak desainer mulai kembali mengeksplorasi karakter, typography yang lebih berani, ilustrasi, tekstur, warna yang lebih ekspresif, layout yang tidak selalu simetris, hingga elemen visual yang terasa lebih personal.
