Nusantara Mahayatra
Games

BUSSID: Ketika Menyetir Bus Justru Jadi Hiburan

MMentari SenjaSider - 8 postingan5 hari yang laluDiperbarui 5 hari yang lalu

BUSSID: Ketika Menyetir Bus Justru Jadi Hiburan

Di tengah game yang berlomba menawarkan kecepatan, ledakan, dan pertarungan spektakuler, ada satu genre yang justru membuat pemain betah melakukan sesuatu yang terlihat sederhana: menyetir bus.

Bus Simulator Indonesia atau BUSSID mungkin terdengar seperti game yang "membosankan" bagi sebagian orang. Tidak ada balapan dengan mobil sport, tidak ada musuh yang harus dikalahkan, dan tidak ada dunia fantasi yang harus diselamatkan. Pemain hanya mengemudikan bus, mengikuti rute, mengantar penumpang, dan menjaga perjalanan tetap aman.

Namun justru di situlah daya tariknya.

Berbeda dengan game racing yang menuntut pemain menjadi yang tercepat, driving simulation menawarkan pengalaman yang lebih santai dan menekankan ketelitian. Mengikuti rambu, menjaga manuver, mengatur perjalanan, hingga menghadapi kondisi jalan menjadi bagian dari tantangan.

Dari ETS2 hingga BUSSID

Fenomena simulator kendaraan di Indonesia sebenarnya sudah mendapatkan tempat melalui Euro Truck Simulator 2. Komunitas lokal kemudian mengubah pengalaman tersebut melalui berbagai modifikasi mulai dari peta Indonesia, kendaraan, livery PO bus, hingga suara khas seperti klakson telolet.

Kehadiran BUSSID pada 2017 kemudian membawa pengalaman tersebut ke perangkat mobile. Salah satu kekuatan terbesarnya adalah lokalisasi. Jalan, terminal, kendaraan, suasana lingkungan, dan berbagai detail yang terasa akrab membuat pemain seolah tidak sedang berada di dunia virtual yang jauh dari kehidupan sehari-hari.

Di sinilah BUSSID terasa berbeda.

Game ini bukan hanya menjual pengalaman menjadi pengemudi bus. Ia juga menawarkan kesempatan untuk membawa sesuatu yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia ke dalam dunia digital.

Bukan Sekadar Game Bus

Kekuatan BUSSID juga tidak bisa dilepaskan dari komunitasnya. Penggemar bus atau Bismania mendapatkan ruang untuk menyalurkan kecintaan mereka terhadap dunia transportasi melalui game.

Bahkan bagi sebagian pemain, pengalaman tersebut terasa seperti mewujudkan sebuah keinginan sederhana: mengemudikan bus yang selama ini hanya bisa mereka lihat dari pinggir jalan. Kehadiran streamer dan kreator konten kemudian membuat game ini semakin dikenal oleh pemain yang sebelumnya tidak memiliki ketertarikan khusus terhadap bus.

Menariknya lagi, BUSSID tidak selalu dimainkan untuk mengejar skor. Perjalanan panjang, hujan, suara mesin, lampu jalan malam hari, dan radio yang menemani perjalanan justru memberikan pengalaman yang relatif tenang. Bagi sebagian pemain, bermain simulator bisa menjadi bentuk hiburan yang lebih santai setelah menjalani aktivitas sehari-hari.

Kekurangan yang Masih Terasa

Tentu BUSSID bukan tanpa masalah. Materi yang dibahas juga menyoroti beberapa keluhan pemain, terutama mengenai iklan yang mengganggu, pembaruan konten yang dianggap lambat, serta persaingan dengan simulator bus lain yang menawarkan teknologi dan visual lebih modern.

Namun, kekurangan tersebut tidak menghapus satu hal penting: BUSSID berhasil membuat aktivitas yang biasa menjadi pengalaman bermain yang menarik.

Pada akhirnya, BUSSID menunjukkan bahwa game tidak selalu harus membuat kita berlari, bertarung, atau menjadi yang tercepat.

Kadang, cukup duduk di balik kemudi, mengikuti jalan, mendengarkan suara mesin, dan menikmati perjalanan. Mungkin itulah alasan mengapa aspal virtual Indonesia tidak pernah benar-benar sepi.

#games

#games

Balasan (0)