Nusantara Mahayatra
Games

Ocarina of Time Kembali. Tapi Masihkah Ini Game yang Sama?

Rio ChanRio ChanSider - 18 postingansekitar 2 jam yang laluDiperbarui sekitar 2 jam yang lalu

Dirilis pertama kali pada 1998 untuk Nintendo 64, The Legend of Zelda: Ocarina of Time menjadi salah satu game paling ikonik dalam sejarah The Legend of Zelda. Kini, setelah lebih dari dua dekade, petualangan Link kembali melalui remake yang dibangun untuk Nintendo Switch 2 dan dijadwalkan rilis pada 5 November 2026.

Pertanyaannya, apakah game klasik ini masih terasa sama ketika dibawa ke teknologi modern?

Dari demonstrasi gameplay, perubahan paling mudah terlihat ada pada visual. Dunia Hyrule mendapatkan perombakan besar dengan detail karakter, pakaian, peralatan, dan lingkungan yang jauh lebih modern. Cutscene juga kini menghadirkan pengisi suara penuh serta dialog tambahan.

Namun, remake ini tidak hanya mempercantik tampilan.

Link yang Lebih Bebas

Kontrol permainan mendapatkan perubahan cukup besar. Kamera kini dapat diputar 360 derajat, Link memiliki tombol khusus untuk melompat dan melakukan dash, sementara kemampuan berenang dan menyelam juga dibuat lebih fleksibel.

Respons aksi yang lebih cepat membuat pengalaman bermain terasa lebih modern. Penggunaan Slingshot bahkan dapat memanfaatkan motion controls untuk membidik.

Perubahan seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi untuk game klasik, kontrol merupakan bagian penting dari pengalaman bermain. Remake ini tampaknya mencoba membuat mekanik lama lebih nyaman bagi pemain masa kini tanpa menghilangkan fondasinya.

Hyrule yang Lebih Hidup

Salah satu perubahan menarik adalah sistem waktu. Siang dan malam kini terus berjalan secara real-time, termasuk ketika Link berada di Hyrule Castle Town.

Ada pula Threads of Time, fitur baru yang membantu pemain mengikuti perkembangan cerita, mengetahui tujuan berikutnya, serta mengumpulkan tapestry sejarah.

Namun, tidak semua hal dibuat lebih modern. Beberapa elemen lama justru dipertahankan untuk menjaga rasa dari game original, termasuk layar pemuatan saat berpindah area.

Interaksi dengan Ocarina juga mendapatkan sentuhan baru melalui dukungan terhadap Ocarina fisik yang dapat digunakan bersama game.

Remake atau Pengalaman Baru?

Inilah bagian paling menarik dari Ocarina of Time versi baru.

Remake bukan sekadar membuat game 1998 terlihat lebih bagus. Ia mencoba menjawab persoalan yang selalu muncul ketika sebuah game klasik dibuat ulang:

Seberapa jauh sebuah game boleh berubah tanpa kehilangan identitasnya?

Visual baru, kontrol modern, sistem waktu yang lebih dinamis, dan fitur navigasi menunjukkan bahwa Ocarina of Time berani beradaptasi. Tetapi elemen-elemen lama yang tetap dipertahankan menjadi pengingat bahwa di balik teknologi baru tersebut masih ada game yang sama yang pertama kali dikenal pemain pada 1998.

Pada akhirnya, daya tarik remake ini bukan hanya soal nostalgia. Ini adalah kesempatan untuk melihat apakah sebuah legenda dari masa lalu masih mampu terasa relevan ketika dimainkan dengan cara masa kini.

#games

#games
0Balasan1Dilihat
Rio Chan

Balasan (0)