War Thunder Benarkah Mulai Ditinggalkan?
War Thunder kembali menarik perhatian bukan hanya karena pertempurannya, tetapi juga karena pertanyaan yang sering muncul di komunitas, apakah game ini mulai kehilangan pemain?. Jika melihat data Steam. Sepanjang 2026 memang terlihat tren penurunan. Rata-rata pemain mencapai 63.312 pada Januari, kemudian turun menjadi 59.541 pada April, 53.110 pada Mei, dan 49.576 pada Juli. Namun pada Agustus, angkanya justru naik menjadi 50.920 pemain rata-rata.
Angka tersebut menunjukkan penurunan sekitar 19,6 persen dari Januari ke Agustus. Sekilas cukup besar, tetapi belum bisa dianggap sebagai tanda bahwa War Thunder sedang ditinggalkan massal. Justru ada indikator lain yang menarik. Dalam 30 hari terakhir, game ini masih mencatat rata-rata sekitar 50.226 pemain bersamaan, dengan puncak mencapai 87.202 pemain. Bahkan berdasarkan pemantauan SteamCharts, War Thunder masih berada di sekitar 20 besar game Steam berdasarkan pemain aktif bersamaan pada beberapa pengambilan data terbaru.
Artinya, masalahnya bukan sekadar jumlah pemain turun. Yang lebih penting adalah apakah penurunannya terus berlanjut atau mulai stabil. Data Juli–Agustus justru memberikan sinyal positif kecil. Setelah turun cukup tajam pada Mei dan Juni, rata-rata pemain mulai bergerak naik. Tentu, data Steam bukan gambaran seluruh pemain War Thunder, karena game ini juga dimainkan melalui platform lain.
War Thunder memang kehilangan sebagian pemain dibanding awal 2026, tetapi data belum menunjukkan game ini sedang mati. Untuk saat ini, istilah yang lebih tepat adalah: War Thunder sedang mencari titik keseimbangan baru.
