numa
Myflipbookpro
Sains & Tech

Dari Gang Sempit ke Panggung Internasional, Inovasi Hijau Warga Malaka Jaya

Rio ChanRio ChanSider - 59 postingansekitar 5 jam yang laluDiperbarui sekitar 5 jam yang lalu

Inovasi lingkungan tidak selalu harus dimulai dari proyek besar atau kawasan dengan fasilitas lengkap. Di RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Jakarta Timur, perubahan justru berawal dari gang permukiman yang perlahan disulap menjadi lingkungan hijau dan produktif.

Di bawah kepemimpinan Taufik Supriadi, kawasan ini mengembangkan 45 inisiatif hijau yang mencakup pengelolaan air, energi, pangan, hingga sampah. Salah satu yang paling menarik adalah pemanfaatan saluran U-Ditch atau drainase menjadi kolam budidaya yang menampung sekitar 5.400 ekor lele. Ruang yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai saluran air kini dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan warga.

Putar video YouTube




Upaya penghijauan juga dilakukan melalui penanaman 817 tanaman produktif. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengubah kawasan yang sebelumnya panas dan gersang menjadi lingkungan yang lebih hijau. Tidak hanya memperbaiki kondisi permukiman, tanaman produktif juga memiliki potensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Namun, membangun lingkungan berkelanjutan bukan sekadar menghadirkan fasilitas atau menjalankan banyak program. Tantangan terbesarnya justru terletak pada keterlibatan warga. Pada awalnya, gagasan tersebut sempat diragukan karena sebagian masyarakat lebih memprioritaskan persoalan ekonomi dan kebutuhan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan lingkungan membutuhkan pendekatan yang mampu memperlihatkan manfaat secara langsung, bukan hanya menawarkan konsep.

Upaya tersebut kemudian membawa Malaka Jaya mendapat perhatian hingga tingkat internasional. Perhatian dari luar negeri menjadi bukti bahwa inisiatif lokal memiliki peluang untuk dikenal lebih luas. Meski demikian, pengakuan bukanlah tujuan akhir. Keberlanjutan program dan dampaknya terhadap kehidupan warga tetap menjadi ukuran utama keberhasilan.

Apa yang dilakukan RT 08 Malaka Jaya memperlihatkan bahwa persoalan lingkungan dapat mulai dijawab dari ruang yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Pengelolaan sampah, penghijauan, pemanfaatan lahan, dan ketahanan pangan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dapat tumbuh melalui inisiatif komunitas.

Pada akhirnya, perubahan tidak selalu membutuhkan lahan luas atau anggaran besar. Terkadang, yang dibutuhkan adalah keberanian untuk melihat potensi dari ruang yang selama ini dianggap biasa. Dari sebuah gang kecil di Jakarta Timur, Malaka Jaya menunjukkan bahwa inovasi hijau bisa dimulai dari lingkungan sendiri dan memberi inspirasi bagi kawasan lainnya.


#sainstech #sains-tech

#sainstech#sains-tech
00
Rio Chan

Balasan (0)

Topik Terkait