El Nino "tidak menyebabkan kebakaran"di Indonesia
El Nino tidak menyalakan korek api. Tetapi ia bisa membuat hutan, semak, dan lahan menjadi jauh lebih mudah terbakar. Karena itu, mengatakan bahwa “kebakaran terjadi karena El Nino” sebenarnya terlalu sederhana. El Nino bukan satu-satunya penyebab.
Alam menciptakan kondisi, manusia bisa memperburuknya. Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia memiliki banyak faktor baik kekeringan, suhu tinggi, angin, kondisi vegetasi, gambut yang mengering, serta ada aktivitas manusia, termasuk pembukaan lahan dengan pembakaran.
El Nino merupakan fenomena alami yang sudah terjadi jauh sebelum manusia mengenal istilah perubahan iklim. Tetapi El Nino yang terjadi sekarang bukan lagi seperti beberapa dekade lalu. Suhu global telah meningkat, laut semakin hangat, ekosistem mengalami tekanan, perubahan penggunaan lahan juga mengubah kemampuan suatu wilayah dalam menyimpan air dan menghadapi kekeringan. Karena itu, ketika El Nino datang, dampaknya dapat berinteraksi dengan kondisi lingkungan yang sudah lebih rentan.
Pertanyaan berikutnya adalah; Mengapa sebuah fenomena alam bisa berubah menjadi bencana besar ketika bertemu dengan kondisi lingkungan dan aktivitas manusia?. Di sinilah El Nino menjadi lebih dari sekadar istilah meteorologi. Ia memperlihatkan betapa rentannya hubungan antara laut, atmosfer, hutan, air, manusia, dan iklim. Fenomena alam mungkin tidak bisa kita hentikan, tetapi tingkat kerusakan yang ditimbulkannya tidak selalu harus sama jika lahan gambut dijaga tetap basah, hutan terlindungi, pembukaan lahan dikendalikan, sistem peringatan dini diperkuat, dan masyarakat memiliki akses terhadap informasi serta sumber air, maka risiko dapat ditekan.
“Seberapa siap saya, kamu, kita, bahkan Negara mengantisipasi agar fenomena alam tidak berubah menjadi bencana besar di kemudian hari?"
#elnino #cuacaekstrim #kebakaranhutan

