Empat Gunung Meletus Bersamaan, Satu Pemicu atau Sekadar Kebetulan Geologi?
Empat gunung api Indonesia mengalami erupsi dalam waktu berdekatan. Fenomena ini kemudian memunculkan berbagai dugaan, jangan-jangan satu gunung memicu gunung lainnya?. Secara ilmiah, kesimpulan seperti itu adalah keliru. Gunung api tidak bekerja seperti rangkaian sakelar. Ketika satu gunung meletus, bukan berarti tekanan magmanya otomatis berpindah ke gunung lain lalu membuatnya ikut meletus.
Setiap gunung memiliki sistem magmanya sendiri. Magma berasal dari proses pelelehan batuan di kedalaman bumi, kemudian bergerak dan terkumpul dalam kantong atau reservoir magma. Ketika tekanan, kandungan gas, suhu, dan kondisi batuan mencapai keadaan tertentu, magma dapat mencari jalan menuju permukaan dan menghasilkan erupsi.
Indonesia memang memiliki banyak gunung api karena berada di kawasan pertemuan lempeng tektonik. Kondisi geologi yang sama membuat banyak gunung memiliki potensi aktif pada waktu yang berdekatan. Namun kesamaan lingkungan geologi tidak berarti mereka memiliki satu “dapur magma” yang sama.
Badan Geologi juga menegaskan bahwa erupsi sejumlah gunung yang berdekatan waktunya merupakan dinamika vulkanik yang dapat terjadi secara alami dan tidak berarti satu gunung memicu gunung lainnya.
Dalam kasus tertentu, hubungan memang mungkin terjadi. Gunung yang berada dalam satu kompleks vulkanik dapat memiliki reservoir atau jalur magma yang saling berhubungan. Tetapi kondisi seperti itu berbeda dengan gunung yang terpisah ratusan kilometer.
