Nusantara Mahayatra
Sains & Tech

KETIKA MANUSIA MULAI INGIN JADI “TUHAN” ------PART 1

WiyanWiyanAdmin - 38 postingan5 hari yang laluDiperbarui 5 hari yang lalu

Selama ribuan tahun, manusia punya tiga musuh besar: kelaparan, penyakit, dan perang. Dulu tiga hal ini dianggap seperti nasib yang sulit dihindari. Kalau wabah datang, ya banyak orang mati. Kalau gagal panen, kelaparan. Kalau perang pecah, satu kota bisa habis. Tapi menurut Yuval Noah Harari dalam bukunya Homo Deus, manusia modern mulai berhasil mengendalikan masalah-masalah tersebut lewat ilmu pengetahuan, teknologi, kedokteran, ekonomi, dan sistem politik. Lalu muncul pertanyaan Kalau manusia sudah semakin mampu mengatasi masalah lamanya, selanjutnya kita mau ngapain? Jawabannya cukup gila...! Manusia mulai mengejar tiga target baru hidup lebih lama bahkan kalau bisa tidak mati, hidup lebih bahagia, dan punya kemampuan yang jauh melampaui manusia biasa. Di sinilah Harari menggunakan istilah Homo Deus. Bukan berarti besok manusia berubah jadi dewa. Maksudnya, manusia mulai ingin memiliki kemampuan yang dulu hanya kita bayangkan dimiliki oleh para dewa.

CARANYA GIMANA?

Menurut Harari, ada beberapa jalur yang mungkin membawa manusia ke sana. Pertama, rekayasa biologis. DNA dan tubuh manusia bisa dimodifikasi. Awalnya mungkin untuk menyembuhkan penyakit genetik. Kalau kita bisa memperbaiki tubuh orang sakit, kenapa tidak sekalian meningkatkan kemampuan orang sehat? Lebih kuat. Lebih pintar. Lebih tahan penyakit. Bahkan mungkin hidup jauh lebih lama.

Kedua, manusia bisa saja menjadi cyborg (manusia robot). Tubuh biologis mulai digabungkan dengan teknologi: organ buatan, sensor, implan otak, anggota tubuh robotik sampai kemungkinan koneksi langsung antara otak dan komputer. Menurut Harari, transisi menjadi cyborg ini tidak akan terjadi melalui ledakan revolusi yang tiba-tiba seperti di film-film fiksi ilmiah, melainkan melalui proses historis yang bertahap dalam kehidupan sehari-hari. contohnya Setiap hari, saat kita menyerahkan kendali hidup kita pada smartphone atau mulai menggunakan teknologi medis untuk memodifikasi tubuh, nah...kita sebenarnya sedang mengambil langkah demi langkah untuk menyatu dengan mesin dan komputer. termasuk AI saat ini!.Pada akhirnya,tidak hanya mengandalkan alat eksternal di luar tubuh, kekuatan manusia masa depan akan bertumpu pada penggabungan langsung antara tubuh dan pikiran kita dengan teknologi tersebut

Ketiga, kemungkinan yang lebih ekstrem manusia tidak lagi sepenuhnya biologis. Sebagian fungsi otak dan pikiran bisa saja digantikan atau dipindahkan ke sistem digital. Kedengarannya seperti film sci-fi. Masalahnya, sebagian teknologinya sudah mulai dikembangkan sekarang. Harari kemudian membawa pembahasannya lebih jauh.Menurut sains modern yang ia bahas, tubuh manusia pada dasarnya bekerja melalui proses biokimia. Otak menerima informasi, memprosesnya, lalu menghasilkan keputusan. Artinya, banyak hal yang selama ini kita anggap sebagai keputusan pribadi sebenarnya muncul dari proses biologis yang sangat kompleks. Di sisi lain, AI dan algoritma semakin pintar membaca data manusia. Bayangkan algoritma mengetahui: detak jantung kita, pola tidur, aktivitas harian, riwayat kesehatan, kebiasaan belanja, lokasi, tontonan, musik yang kita dengarkan, sampai orang yang sering kita hubungi. algoritma mungkin mengenal pola diri kita lebih baik daripada kita sendiri. Hari ini algoritma merekomendasikan film. Besok mungkin merekomendasikan pekerjaan. Lalu pasangan. Lalu keputusan kesehatan. Sampai akhirnya muncul pertanyaan: kalau algoritma bisa mengambil keputusan lebih akurat daripada kita, masih seberapa besar manusia memegang kendali atas hidupnya sendiri?


Lanjut Part 2-----------------
buku Homo Deus Masa Depan Umat Manusia - Yuval Noah Harari.webp



#sainstech #homodeus #homo #sapiens

#sainstech#homodeus#homo#sapiens

Balasan (0)