Nusantara Mahayatra
Sains & Tech

Ketika “Ramah Lingkungan” Tidak Sesederhana yang Kita Kira

MMentari SenjaSider - 8 postingan5 hari yang laluDiperbarui 5 hari yang lalu

Kita diberitahu bahwa mobil listrik adalah kendaraan masa depan. Tidak ada asap knalpot, tidak ada suara mesin, lebih bersih.

Masalahnya, mobil listrik mungkin tidak benar-benar menghilangkan kerusakan lingkungan. Kita hanya memindahkannya ke tempat yang tidak kita lihat.

Sebelum sebuah mobil listrik melaju tanpa asap di jalan raya, baterainya membutuhkan lithium, nikel, kobalt, grafit, dan berbagai mineral lainnya. Semua itu harus ditambang.

Tanah harus dibuka. Energi digunakan. Material diproses. Baterai kemudian diproduksi dan akhirnya dipasang ke kendaraan. Jadi, kita bisa saja melihat mobil listrik melaju dengan tenang tanpa asap sambil merasa sedang menyelamatkan bumi.

Sementara kerusakannya mungkin sedang terjadi ribuan kilometer dari tempat kita berkendara.

Tapi apakah itu berarti mobil bensin lebih baik?

Tentu tidak, minyak juga harus dicari, diekstraksi, dimurnikan, diangkut, lalu dibakar berulang kali selama mobil digunakan.

Hybrid pun bukan jalan keluar yang sempurna. Ia menggabungkan mesin bensin dan sistem listrik sekaligus.Tiga teknologi, tiga jenis jejak lingkungan.

Dan di sinilah kita sering terjebak. Kita ingin mencari satu kendaraan yang bisa disebut “ramah lingkungan.”

Padahal mungkin kendaraan seperti itu tidak pernah benar-benar ada. Yang ada hanyalah kendaraan dengan dampak yang berbeda.

Ketika seluruh siklus hidup diperhitungkan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa mobil listrik pada umumnya menghasilkan emisi gas rumah kaca lebih rendah dibanding mobil bensin, meskipun proses produksinya—terutama baterai—memiliki beban lingkungan yang lebih besar.

Jadi, mengatakan “mobil listrik menyelamatkan bumi” terlalu naif.

Tetapi mengatakan “mobil listrik adalah kendaraan paling merusak alam” juga tidak tepat.

Pertanyaan yang lebih mengganggu justru:

Apakah kita benar-benar sedang mengurangi kerusakan, atau hanya membuat kerusakannya lebih jauh dari pandangan kita?

Mungkin masa depan bukan tentang menemukan mobil yang benar-benar hijau.

Mungkin masa depan adalah tentang membuat mobil yang lebih sedikit merusak, lebih lama digunakan, lebih mudah diperbaiki, dan lebih banyak komponennya dapat didaur ulang.

Karena pada akhirnya, menjadi lebih ramah lingkungan bukan berarti bebas dari dampak terhadap alam.


Balasan (0)