Nusantara Mahayatra
Sejarah & Budaya

81 Tahun Merdeka. Tapi, Apakah Kita Masih Mengenal Budaya Sendiri?

CamaroCamaroSider - 12 postingan5 hari yang laluDiperbarui 5 hari yang lalu

Kita tumbuh menjadi bangsa yang besar. Kota-kota berkembang, teknologi semakin maju, dan dunia terasa semakin dekat.

Hari ini, kita bisa mengenal budaya dari berbagai belahan dunia hanya melalui layar.

  • Kita tahu musik dari Korea.

  • Menonton film dari Amerika.

  • Mengikuti tren dari Jepang.

  • Menggunakan istilah-istilah dari berbagai negara.

Dan itu bukan sesuatu yang salah. Justru keterbukaan terhadap dunia adalah bagian dari perkembangan zaman. Namun, di tengah semua itu, muncul sebuah pertanyaan sederhana:

Seberapa jauh kita masih mengenal budaya kita sendiri?

Apakah kita masih tahu mengapa sebuah tarian diciptakan?

Mengapa rumah tradisional dibangun dengan bentuk tertentu?

Apa makna di balik sebuah motif batik?

Mengapa masyarakat di suatu daerah memiliki upacara dan tradisi tertentu?

Atau jangan-jangan, kita hanya mengenal budaya sendiri ketika budaya itu sedang viral, ramai dibicarakan di media sosial, atau ketika muncul perdebatan tentang siapa yang memilikinya?

Padahal, Indonesia bukan hanya memiliki satu budaya. Ada ribuan tradisi, bahasa, kesenian, cerita, pengetahuan, dan cara hidup yang lahir dari pengalaman masyarakat selama ratusan, bahkan ribuan tahun. Namun, budaya tidak akan bertahan hanya karena kita memiliki warisan.

Warisan harus dikenali untuk bisa diteruskan.

Dan di sinilah seni dan budaya menjadi penting. Belajar budaya bukan berarti kita harus hidup seperti orang zaman dahulu. Bukan pula berarti semua tradisi harus dipertahankan tanpa perubahan.

Justru sebaliknya, dengan mengenal akar budaya, kita bisa memahami apa yang layak dipertahankan, apa yang perlu dikembangkan, dan apa yang mungkin harus ditinggalkan.

Karena budaya bukan benda mati.

Budaya terus berubah bersama manusia yang menjalaninya.

Batik bisa masuk ke dunia fashion modern.

Musik tradisional bisa bertemu dengan musik digital.

Cerita rakyat bisa menjadi film, game, atau animasi.

Arsitektur tradisional bisa menginspirasi desain masa kini.

Dan pengetahuan lokal bisa kembali menjadi sumber gagasan untuk menghadapi persoalan-persoalan modern. Jadi, setelah 81 tahun merdeka, mungkin pertanyaannya bukan lagi:

“Apakah seni dan budaya masih relevan?”

Tetapi:

“Apakah kita masih cukup mengenal budaya sendiri untuk membawanya ke masa depan?”

Sebab, bangsa yang kehilangan budayanya mungkin masih bisa berdiri. Tetapi bangsa yang tidak lagi mengenal akar budayanya akan semakin sulit menjawab satu pertanyaan penting:

“Siapa kita?”

Kemerdekaan memberi kita kebebasan untuk menentukan masa depan. Tetapi untuk menentukan ke mana kita akan pergi, mungkin kita juga perlu tahu "Dari mana kita berasal".

Balasan (0)