numa
Myflipbookpro
Seni & Kreatif

Geisha Kembali Reuni, Ketika Nostalgia Musik Menyatukan Dua Generasi

CamaroCamaroSider - 36 postingansekitar 3 jam yang laluDiperbarui sekitar 3 jam yang lalu

Ada lagu yang tidak sekadar mengingatkan kita pada masa lalu, tetapi juga membawa kembali perasaan yang pernah menyertainya. Bagi banyak pendengar musik Indonesia era 2000-an, lagu-lagu Geisha mungkin menjadi salah satu contohnya. Karena itu, kembalinya Momo ke panggung bersama Geisha dalam Synchronize Fest 2026 bukan sekadar penampilan reuni, melainkan pertemuan kembali dengan bagian dari ingatan kolektif para pendengarnya.

Pada Jumat, 16 Oktober 2026, Geisha tampil dalam pertunjukan bertajuk A Retrospective Journey di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Momen ini mempertemukan Momo, mantan vokalis yang ikut membesarkan nama band tersebut, dengan Regina Poetiray, vokalis Geisha saat ini. Keduanya tampil bersama personel Geisha lainnya untuk merayakan perjalanan 23 tahun grup musik asal Pekanbaru tersebut. 

Pertemuan dua vokalis dari era berbeda ini menjadi daya tarik tersendiri. Momo lekat dengan lagu-lagu yang menemani popularitas Geisha pada akhir 2000-an dan awal 2010-an, sementara Regina melanjutkan perjalanan grup setelah Momo tidak lagi menjadi vokalis pada 2018. Reuni ini memperlihatkan bahwa pergantian personel tidak serta-merta menghapus hubungan antara sebuah band dan karya-karya yang telah mereka hasilkan.

Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana musik bekerja melampaui zamannya. Lagu yang dahulu diputar melalui radio, perangkat pemutar musik, atau telepon genggam kini dapat ditemukan kembali melalui layanan streaming dan media sosial. Pendengar lama bisa bernostalgia, sedangkan generasi yang lebih muda berkesempatan mengenal lagu-lagu tersebut melalui jalur yang berbeda.

Di sinilah festival seperti Synchronize Fest memiliki peran menarik. Ketika banyak acara musik berfokus pada promosi karya terbaru, festival lintas generasi juga dapat menjadi ruang untuk merayakan perjalanan musik Indonesia. Pertemuan musisi, karya, dan pendengar dari periode berbeda membuka kesempatan bagi lagu lama untuk kembali hidup di hadapan audiens baru.

Namun, reuni bukan berarti seluruh persoalan atau perbedaan masa lalu otomatis selesai. Penampilan bersama di atas panggung juga tidak dengan sendirinya menandakan bahwa formasi tersebut akan kembali menjadi susunan permanen. Nilai pentingnya terletak pada kesempatan untuk merayakan karya yang pernah dibangun bersama dan mempertemukannya kembali dengan para pendengar.

Pada akhirnya, popularitas sebuah band tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering mereka merilis lagu baru. Ada karya yang tetap bertahan karena melekat pada pengalaman pribadi pendengarnya. Ketika lagu itu dimainkan kembali bertahun-tahun kemudian, yang hadir bukan hanya musik, tetapi juga kenangan tentang masa ketika lagu tersebut pertama kali berarti.

Sebuah band bisa berganti personel, tetapi lagu-lagu yang pernah menemani pendengarnya tumbuh tidak selalu ikut pergi. Dan mungkin, itulah alasan sebuah reuni terasa lebih besar daripada sekadar kembalinya musisi ke atas panggung.

#senikreatif #seni-kreatif

#senikreatif#seni-kreatif
00
Camaro

Balasan (0)

Topik Terkait