numa
Seni & Kreatif

Kenapa Fashion Selalu Berulang?

MMentari SenjaSider - 19 postingan5 hari yang laluDiperbarui 5 hari yang lalu

Pernah merasa melihat seseorang memakai pakaian yang mirip dengan foto orang tua kita puluhan tahun lalu?

Celana cutbray kembali. Jaket denim kembali populer. Sneakers klasik kembali menjadi incaran. Gaya oversized, pakaian vintage, hingga estetika Y2K juga sempat kembali memenuhi berbagai platform.

Fashion seolah tidak pernah benar-benar pergi.

Tren yang dulu dianggap kuno bisa tiba-tiba kembali terlihat keren beberapa dekade kemudian. Yang menarik, ketika kembali, kita sering menganggapnya sebagai sesuatu yang baru.

Padahal, kita mungkin hanya sedang melihat masa lalu dalam bentuk yang berbeda.

Fashion memang memiliki hubungan yang cukup dekat dengan siklus. Gaya dari tahun 70-an, 80-an, 90-an, hingga awal 2000-an terus muncul kembali. Namun, sesuatu yang kembali tidak selalu hadir dalam bentuk yang persis sama.

Celana yang dulu dipadukan dengan gaya tertentu bisa digunakan dengan sneakers modern. Jaket vintage bisa dipadukan dengan pakaian kontemporer. Gaya Y2K pun bisa muncul kembali dengan sentuhan yang lebih minimalis.

Artinya, fashion tidak sekadar mengulang.

Ia mengolah ulang.

Salah satu alasan mengapa tren lama bisa kembali adalah nostalgia. Generasi yang pernah mengalami sebuah era mungkin ingin menghidupkan kembali kenangan tersebut. Sementara generasi yang lebih muda justru melihatnya sebagai sesuatu yang baru karena mereka tidak mengalami masa ketika tren itu pertama kali populer.

Media sosial kemudian membuat siklus tersebut bergerak semakin cepat.

Satu gaya lama bisa ditemukan kembali melalui film, video musik, foto arsip, akun fashion, hingga pakaian vintage. Sesuatu yang sebelumnya tersimpan dalam lemari atau album foto bisa kembali menjadi referensi hanya karena muncul di layar jutaan orang.

Industri fashion juga memiliki peran.

Ketika sebuah tren sudah terlalu lama digunakan, muncul kebutuhan untuk mencari sesuatu yang berbeda. Tetapi menciptakan sesuatu yang benar-benar baru bukan satu-satunya pilihan. Mengambil elemen dari masa lalu, mengubahnya, lalu membawanya kembali ke masa kini juga bisa menciptakan kesan baru.

Karena itu, mungkin tidak ada istilah yang benar-benar tepat untuk mengatakan bahwa fashion hanya “berputar”.

Fashion lebih mirip percakapan antara masa lalu dan masa kini.

Yang lama kembali, tetapi dikenakan oleh orang yang berbeda, di lingkungan yang berbeda, dan dengan cara yang berbeda pula.

Mungkin itu sebabnya sesuatu yang dulu dianggap norak bisa menjadi tren beberapa tahun kemudian.

Bukan karena pakaian tersebut tiba-tiba berubah.

Kitalah yang berubah dalam melihatnya.

Dan ketika tren yang sekarang kita anggap keren suatu hari nanti kembali muncul, mungkin generasi berikutnya akan melihatnya sebagai sesuatu yang baru.

Lalu siklus itu dimulai lagi.

#senikreatif #seni-kreatif

#senikreatif#seni-kreatif
01
M

Balasan (0)

Topik Terkait