Coba bayangin, kalau kita yang nempel pisang pakai lakban di tembok kosan, besoknya pasti diamuk bapak kos karena ngotorin dinding, kan? Tapi karena yang nempel itu seniman terkenal dan ditaruhnya di galeri mewah, tiba-tiba harganya jadi miliaran. Konteks "dunia seni" ini kayak cuma berlaku buat sirkel orang-orang tertentu aja.😊😊😊😊
Seni & Kreatif
Seni Modern: Ketika Pisang Dilakban Bisa Jadi Karya Seni
Belakangan ini viral di museum seni modern dan kontemporer, kadang kita dibuat bingung:
Ada pisang dilakban ke tembok, Comedian karya Maurizio Cattelan. Ada kotak sabun Brillo ditumpuk, karya Andy Warhol. Ada urinoir dipajang sebagai Fountain karya Marcel Duchamp. Bahkan Piero Manzoni pernah mengemas sesuatu yang diklaim sebagai kotorannya sendiri ke dalam kaleng lewat Artist’s Shit. Dan semua itu masuk dunia seni, dipamerkan, dibicarakan, bahkan bernilai mahal.
“Serius, ini seni?”
Absurd? Bisa jadi.
Tapi justru di situlah masalahnya.
Dalam Theories of Art Today yang diedit Noël Carroll, definisi seni memang menjadi perdebatan. Dulu seni sangat dekat dengan keindahan, estetika, keterampilan, dan sesuatu yang enak dinikmati. Seniman dianggap harus punya kemampuan khusus untuk menciptakan sesuatu yang indah dan bernilai.
Tapi seni modern punya defenisi yang lebih berbeda lagi saat ini.
Pengaruh pemikiran Ludwig Wittgenstein, yang kemudian berkembang dalam pemikiran Morris Weitz, membuat definisi seni yang terlalu kaku mulai dipertanyakan.
Seni tidak harus selalu indah. Tidak harus rumit. Bahkan tidak harus selalu nyaman dilihat.
Dari sini, konsep menjadi semakin penting. Sebuah karya tidak harus indah atau rumit secara teknis. Yang ditawarkan seniman bisa berupa gagasan, makna, pertanyaan, atau kritik. Seni tidak lagi hanya menjadi sesuatu untuk dilihat, tetapi juga sesuatu untuk dipikirkan.
Lalu apakah berarti semua benda bisa disebut seni?
Tidak otomatis.
Pemikiran Arthur Danto tentang artworld dan George Dickie tentang teori institusional menunjukkan pentingnya konteks dunia seni. Seniman, galeri, museum, kurator, publik, dan institusi ikut berperan dalam bagaimana sebuah objek dihadirkan dan dipahami sebagai karya.
Jadi pertanyaan dan deffenisi tentang seni hari ini mulai bergeser. Bukan cuma “Apakah ini indah?”, tetapi “Apa konsepnya, apa maknanya, dan kenapa ini dihadirkan sebagai seni?”
Karena seni hari ini tidak selalu hadir untuk memanjakan mata. Kadang seni justru hadir untuk mengganggu pikiran.
#seni #sains #desain
#seni#sains#desain

