Nusantara Mahayatra
Seni & Kreatif

Siapa yang Sebenarnya Kaya dari Industri Seni?

intan rasmitaintan rasmitaSider - 19 postingansekitar 2 jam yang laluDiperbarui sekitar 2 jam yang lalu

Sebuah lagu viral, film laris, buku yang terjual ribuan eksemplar, atau pameran seni yang ramai bisa menghasilkan uang dalam jumlah besar. Namun, uang yang berputar di industri seni tidak otomatis seluruhnya masuk ke kantong seniman. Ekonomi kreatif Indonesia sudah menjadi industri besar. Pada 2025, sektor ini menyerap sekitar 27,4 juta pekerja atau 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional. Nilai ekonominya juga mencapai sekitar Rp1.757,87 triliun.

Di balik angka tersebut terdapat rantai bisnis yang panjang. Seniman menciptakan karya. Produser membiayai dan mengemas produksi. Label mengurus distribusi dan pemasaran musik. Penerbit membawa karya penulis ke pasar. Platform digital menjadi pintu bertemunya karya dengan jutaan penonton atau pendengar. Galeri mempertemukan seniman dengan kolektor, sementara event organizer mengubah karya menjadi pertunjukan yang menghasilkan tiket, sponsor, dan berbagai pemasukan. Kemudian ada pemilik modal yang menanggung risiko sekaligus mengejar keuntungan.

Masalahnya, nilai ekonomi terbesar dari sebuah karya tidak selalu berarti pendapatan terbesar diterima penciptanya. Posisi tawar, kontrak, kepemilikan hak, biaya produksi, distribusi dan akses ke pasar ikut menentukan siapa yang mendapatkan bagian paling besar. Di sinilah wajah industri seni menjadi menarik. Karya memang lahir dari kreativitas, tetapi ketika masuk ke industri, karya berubah menjadi aset ekonomi. Seniman menjadi sumber utama lahirnya nilai, sementara banyak pihak lain berada di sepanjang rantai untuk mengubah nilai tersebut menjadi uang.

0Balasan2Dilihat
intan rasmita

Balasan (0)