Berapa Banyak Lagi yang Harus Sakit demi MBG?
Program yang katanya untuk menyehatkan anak justru berulang kali membuat mereka sakit. Lalu sampai kapan kita akan menyebutnya “evaluasi”?
Makan Bergizi Gratis dibuat dengan satu tujuan yang terdengar sangat sederhana: memberikan makanan bergizi kepada masyarakat, terutama anak-anak. Tujuannya baik, tetapi pertanyaannya bukan lagi apakah tujuannya baik.
Pertanyaannya: apakah pelaksanaannya sudah cukup aman?
Ketika makanan yang dibagikan oleh sebuah program negara menyebabkan keracunan, kita mungkin masih bisa menyebutnya kesalahan. Ketika kasus kembali terjadi, kita bisa mengatakan perlu perbaikan. Tetapi ketika kejadian serupa terus berulang, tersebar di berbagai daerah, dan jumlah korbannya terus bertambah, kita harus mulai berani mengatakan sesuatu yang lebih keras:
Mungkin masalahnya bukan lagi sekadar kesalahan. Mungkin ada yang salah dalam sistemnya.
Namun setiap kali masalah muncul, jawaban yang terdengar kembali berkisar pada evaluasi, perbaikan SOP, pengawasan, dan penutupan dapur yang bermasalah. Semua itu penting, tetapi ada satu pertanyaan yang tidak boleh kita hindari:
Berapa banyak orang yang harus sakit sebelum keselamatan menjadi alasan untuk menghentikan sementara program?
Ini bukan soal anti-MBG, juga bukan soal menolak hak anak mendapatkan makanan bergizi. Justru karena makanan itu diberikan kepada anak-anak, standar keamanannya seharusnya jauh lebih tinggi. Kita tidak sedang membagikan brosur, kita sedang memasukkan makanan ke tubuh manusia. Dan ketika terjadi kesalahan, konsekuensinya bukan sekadar angka di laporan evaluasi.
Yang sakit adalah anak-anak, yang panik adalah orang tua, yang harus dibawa ke fasilitas kesehatan adalah manusia. Maka jangan sampai keberhasilan MBG hanya diukur dari berapa juta porsi yang berhasil dibagikan. Apa gunanya jutaan porsi tersalurkan jika sebagian di antaranya justru membuat penerimanya sakit?
Program sebesar ini tidak boleh mengejar kuantitas dengan mengorbankan keselamatan.
Pemerintah tentu memiliki alasan untuk mempertahankan MBG. Program ini memiliki tujuan sosial yang besar dan penerimanya sangat banyak. Tetapi tujuan besar bukan berarti kebal terhadap kritik.
Niat baik bukan kartu bebas kesalahan.
Dan semakin besar anggaran, semakin luas cakupan, serta semakin banyak penerima manfaat, semakin besar pula tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap prosesnya benar-benar aman. Mungkin pertanyaan yang selama ini salah.
Kita terus bertanya:
“Apakah MBG harus dihentikan?”
Padahal pertanyaan yang lebih penting adalah:
“Apakah MBG sudah cukup aman untuk terus berjalan?”
Jika jawabannya belum, maka memperlambat, menghentikan sementara di wilayah bermasalah, atau memperbaiki sistem bukan berarti menyerah pada program. Itu berarti pemerintah serius melindungi penerima manfaatnya, karena sebuah program tidak seharusnya dinilai hanya dari seberapa cepat ia berjalan.
Program yang benar-benar berhasil adalah program yang manfaatnya sampai kepada masyarakat tanpa membuat mereka mempertaruhkan keselamatan.
Dan kalau makanan yang seharusnya membuat anak sehat justru membuat mereka sakit, kita tidak boleh takut mengajukan pertanyaan yang paling tidak nyaman:
Berapa banyak lagi yang harus keracunan sebelum kita berhenti menyebutnya sebagai sekadar “evaluasi”?
#sosialpolitik #sosial-politik
