numa
Sosial & Politik

Hasil Elche vs Real Madrid 2-3: Los Blancos Menang Dramatis, Tapi Alarm Bahaya Mulai Berbunyi

Loka mataLoka mataSider - 9 postingan14 hari yang laluDiperbarui 14 hari yang lalu

Real Madrid berhasil mengalahkan Elche 3-2 dalam laga LaLiga 2026/2027 di Estadio Martínez Valero, Selasa (15/9/2026). Namun di balik tambahan tiga poin, kemenangan ini justru meninggalkan pertanyaan besar: bagaimana Madrid bisa hampir membuang keunggulan dua gol melawan tim yang berada di dasar klasemen?

Real Madrid sebenarnya memulai pertandingan seperti tim yang tahu persis apa yang harus dilakukan. Pasukan José Mourinho mendominasi babak pertama dan sudah unggul pada menit ke-25 setelah tendangan bebas Arda Güler mengenai tiang sebelum membentur kiper Elche, Matías Dituro, dan masuk ke gawang. Delapan menit kemudian, Kylian Mbappé kembali menunjukkan ketajamannya. Umpan mendatar Yan Diomande diselesaikan Mbappé untuk membawa Real Madrid unggul 2-0. Sampai titik ini, pertandingan terlihat seperti akan menjadi malam nyaman bagi Los Blancos. Masalahnya, Real Madrid rupanya memutuskan bahwa menang dengan tenang terlalu membosankan.

Unggul 2-0, Real Madrid Malah Kehilangan Kendali

Memasuki babak kedua, permainan berubah. Elche mulai berani menekan dan Real Madrid perlahan kehilangan kontrol yang mereka tunjukkan sepanjang paruh pertama.

Pada menit ke-71, Abiel Osorio memperkecil ketertinggalan melalui sundulan yang menaklukkan Thibaut Courtois. Situasi semakin buruk bagi Madrid ketika Fer Niño mencetak gol pada menit ke-83. Memanfaatkan kesalahan pertahanan Los Blancos, Niño membawa Elche menyamakan skor menjadi 2-2.

Real Madrid datang sebagai salah satu kandidat kuat juara LaLiga. Elche berada di dasar klasemen. Madrid unggul 2-0. Lalu dalam waktu sekitar 12 menit keunggulan tersebut menghilang.

Inilah sisi Real Madrid yang seharusnya membuat Mourinho lebih khawatir daripada sekadar melihat angka tiga poin di klasemen.

Carlos Espí Jadi Penyelamat di Menit Akhir

BXLTXCFZLRLPRA7BMXFZNFBPOY.avif


Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Madrid akhirnya menemukan jalan keluar.

Pada masa injury time, Jude Bellingham memulai serangan dari sisi kiri sebelum mengirim bola kepada Mbappé. Penyerang Prancis itu masuk ke kotak penalti lalu memberikan umpan kepada Carlos Espí, yang menyelesaikannya menjadi gol kemenangan.

Skor berubah menjadi 3-2 untuk Real Madrid.

Espí kembali menjadi penyelamat Los Blancos melalui gol telat, memastikan Madrid membawa pulang tiga poin dari Martínez Valero.

Madrid Naik ke Posisi Dua, Tapi Barcelona Masih Pegang Kendali

Tambahan tiga poin membuat Real Madrid kini mengoleksi 15 poin dari enam pertandingan, hasil lima kemenangan dan satu kekalahan.

Jumlah tersebut sama dengan Barcelona yang masih berada di puncak klasemen. Namun Barcelona unggul selisih gol dan baru memainkan lima pertandingan.

Artinya, Madrid memang berhasil menempel Barcelona, tetapi belum benar-benar mengambil kendali perburuan gelar.

Barcelona bahkan masih memiliki pertandingan melawan Racing Santander pada 16 September 2026.

ONCHTVSABNLBNNWOIT6LF2L6IQ.avif


Menang, Tapi Ini Bukan Penampilan Tim Juara yang Ideal

José Mourinho sendiri mengakui timnya kehilangan kontrol pada babak kedua. Madrid memang pulang membawa tiga poin, tetapi cara mereka mendapatkannya memperlihatkan masalah yang tidak bisa terus disembunyikan di balik skor akhir.

Tim sebesar Real Madrid seharusnya mampu mengunci pertandingan ketika sudah unggul dua gol atas penghuni dasar klasemen.

Sepak bola memang tidak pernah sesederhana matematika. Tetapi kalau setiap keunggulan 2-0 harus berubah menjadi drama sampai injury time, cepat atau lambat keberuntungan akan berhenti datang.

Dan Madrid tidak punya banyak ruang untuk kesalahan.

Barcelona sejauh ini menyapu bersih lima pertandingan pertamanya dan telah mencetak 21 gol, sementara Madrid harus terus menjaga tekanan dalam persaingan papan atas.

Kemenangan 3-2 atas Elche memang menghasilkan tiga poin.

Namun bagi Real Madrid, pertandingan ini mungkin lebih tepat dibaca sebagai peringatan daripada perayaan.

Karena untuk menjadi juara LaLiga, menang saja tidak selalu cukup. Sebuah tim juga harus tahu bagaimana caranya membuat lawan yang sudah jatuh tidak bangun kembali.

03
Loka mata

Balasan (0)

Topik Terkait