Jersey hingga Sepatu Lari Diburu, Apakah Tren Running Menjadi Peluang Bisnis Baru?
Lari kini bukan sekadar aktivitas olahraga. Dalam beberapa tahun terakhir, tren running berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan. Komunitas lari bermunculan, berbagai ajang marathon semakin diminati, dan perlengkapan olahraga menjadi bagian dari kebutuhan para pelari.
Fenomena ini terlihat dalam Jakarta Running Festival (JRF) Expo 2026 di Istora Senayan. Lebih dari 130 brand olahraga lokal dan internasional hadir menawarkan berbagai produk, mulai dari jersey, sepatu lari, smartwatch, hingga aksesori pendukung. Antusiasme pengunjung pun terlihat dari aktivitas belanja yang cukup tinggi. Sebagian mengeluarkan ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk melengkapi kebutuhan lari mereka.
Menariknya, di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, produk olahraga tetap memiliki daya tarik tersendiri. Ada pengunjung yang rela mengeluarkan anggaran hingga Rp2 juta, sementara lainnya memilih berbelanja secara lebih selektif dengan mengutamakan barang esensial seperti kaus kaki, energy gel, dan soft flask. Hal ini menunjukkan bahwa pasar perlengkapan lari memiliki konsumen dengan kebutuhan dan daya beli yang beragam.
Peluang bisnisnya juga tidak kecil. Berdasarkan laporan Euromonitor International Sportswear in Indonesia edisi Februari 2026 yang dikutip dalam video, nilai pasar sportswear Indonesia mencapai Rp38,5 triliun pada 2025 dan diproyeksikan tumbuh menjadi Rp58,6 triliun pada 2030. Pertumbuhan ini membuka ruang bagi brand lokal untuk mengembangkan produk sekaligus bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Namun, peluang tersebut bukan tanpa tantangan. Brand lokal harus mampu menjaga kualitas produk, menawarkan harga yang kompetitif, serta membangun identitas yang kuat. Konsumen tidak hanya mencari produk dengan desain menarik, tetapi juga kenyamanan, daya tahan, dan fungsi yang sesuai dengan kebutuhan olahraga mereka.
Di sisi lain, event seperti Jakarta Running Festival juga memperlihatkan bahwa bisnis olahraga tidak berhenti pada penjualan perlengkapan. Ada ekosistem yang ikut bergerak, mulai dari penyelenggara acara, sponsor, komunitas, pariwisata, hingga pelaku usaha di sekitar lokasi kegiatan.
Tren running pada akhirnya membuka peluang ekonomi yang lebih luas daripada sekadar penjualan sepatu dan jersey. Namun, pertanyaan pentingnya adalah apakah pertumbuhan ini dapat bertahan dalam jangka panjang, atau hanya menjadi tren sesaat yang mengikuti popularitas gaya hidup sehat?
Bagi brand lokal, momentum ini bisa menjadi kesempatan untuk berkembang. Sebab, ketika semakin banyak orang memilih berlari, semakin besar pula peluang bagi industri olahraga Indonesia untuk ikut mengambil langkah.
#sosialpolitik #sosial-politik



