Mengapa Semua Orang Ingin Menjadi Presiden?
Menjadi presiden bukan pekerjaan ringan. Bebannya besar, kritik datang dari segala arah, keputusan bisa menentukan nasib jutaan orang. Lalu mengapa begitu banyak orang ingin berada di kursi itu?
Pertanyaan ini sederhana, tetapi jawabannya tidak sesederhana itu.
Ada yang ingin menjadi presiden karena ingin mengubah negara. Ada yang merasa memiliki gagasan yang lebih baik. Ada yang percaya dirinya mampu membawa masyarakat menuju kehidupan yang lebih sejahtera.
Tetapi mari kita jujur.
Apakah semua orang mengejar kursi presiden hanya karena ingin mengabdi?
Kekuasaan memiliki daya tariknya sendiri, menjadi presiden berarti memiliki kewenangan besar untuk menentukan arah negara. Kebijakan yang dibuat dapat memengaruhi ekonomi, pendidikan, hukum, keamanan, bahkan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Jabatan itu juga membawa sesuatu yang tidak kalah besar “pengaruh”
Nama dikenal, keputusan didengar, pernyataan menjadi berita, satu tanda tangan dapat mengubah arah sebuah kebijakan. Maka mungkin persoalannya bukan sekadar mengapa seseorang ingin menjadi presiden.
Persoalannya adalah: Apa yang sebenarnya mereka inginkan dari kekuasaan itu?
Apakah ingin meninggalkan warisan?
Apakah ingin membuktikan diri?
Apakah ingin memperbaiki keadaan?
Atau justru ingin merasakan bagaimana rasanya memiliki kekuasaan yang begitu besar?
Kita tidak selalu bisa mengetahui jawabannya, sebab ambisi politik bisa lahir dari dua hal yang sangat berbeda keinginan untuk melayani dan keinginan untuk berkuasa. Keduanya bahkan bisa hidup berdampingan dalam diri seseorang.
Dan di sinilah masyarakat memiliki peran penting.
Jangan hanya terpukau oleh pidato, jangan hanya melihat popularitas, jangan hanya memilih karena nama besar atau citra yang dibangun. Tanyakan sesuatu yang lebih sederhana:
Jika seseorang benar-benar ingin menjadi Presiden, untuk siapa kekuasaan itu nantinya digunakan?
Sebab masalah terbesar bukanlah ketika seseorang ingin menjadi Presiden. Masalahnya adalah ketika kekuasaan menjadi tujuan, sementara rakyat hanya dijadikan jalan untuk mencapainya. Pada akhirnya, menjadi presiden bukan tentang seberapa besar seseorang menginginkan kursinya.
Tetapi tentang seberapa besar ia bersedia memikul tanggung jawab setelah mendapatkannya. Karena kursi kekuasaan bisa dikejar dengan ambisi.Tetapi kepercayaan rakyat harus diperjuangkan dengan tanggung jawab.
#sosialpolitik #sosial-politik
