Menteri Minta Tambahan Anggaran, APBN 2027 Mulai Memanas
RAPBN 2027 mulai memasuki fase yang menarik. Di satu sisi, pemerintah membawa pesan efisiensi dan pengelolaan anggaran yang lebih terukur. Di sisi lain, sejumlah kementerian dan lembaga justru mengajukan tambahan anggaran dalam pembahasan bersama DPR. Nilainya tidak kecil.
Menteri Pertahanan misalnya mengusulkan tambahan sekitar Rp195 triliun. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman mengajukan tambahan Rp94,23 triliun untuk mengejar target program tiga juta rumah. Kementerian Pariwisata juga meminta kenaikan anggaran hingga sekitar dua kali lipat untuk mengejar target sektor pariwisata 2027.
Di atas kertas, setiap permintaan tentu memiliki alasan. Ada kebutuhan pertahanan, pembangunan rumah, pelayanan publik, pendidikan, perlindungan sosial hingga target pertumbuhan ekonomi. Persoalannya justru seberapa tepat pemerintah menghitung kebutuhan sejak awal?
Belanja negara dalam RAPBN 2027 direncanakan mencapai Rp4.097,2 triliun, naik dari Rp3.842,7 triliun pada APBN 2026. Pendapatan negara diproyeksikan Rp3.426 triliun, sehingga defisit direncanakan sekitar Rp671,2 triliun atau 2,40 persen terhadap PDB. Angka-angka itu menunjukkan ruang fiskal memang besar, tetapi bukan berarti tidak terbatas.
Di sinilah kritik publik menjadi penting. Jangan sampai perdebatan APBN hanya berubah menjadi siapa mendapat tambahan paling besar, sementara pertanyaan mengenai hasil akhirnya justru berada di belakang. Setiap tambahan anggaran seharusnya memiliki ukuran yang jelas. Apa masalahnya, berapa kebutuhannya, apa targetnya, dan bagaimana masyarakat bisa melihat hasilnya.
Sebab uang APBN bukan sekadar angka di meja pemerintah dan DPR. Di balik setiap triliun rupiah ada pajak, penerimaan negara, pembiayaan, dan pada akhirnya kontribusi masyarakat. APBN 2027 memang dirancang untuk mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan. Tetapi tantangannya bukan hanya bagaimana membelanjakan lebih banyak tapi, bagaimana memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan menghasilkan sesuatu yang benar-benar terasa.
