Veda dan Mimpi Besar di Mandalika
Bagi sebagian pembalap, balapan kandang mungkin hanya berarti kembali ke sirkuit yang familiar. Bagi Veda Ega Pratama, Mandalika membawa cerita yang berbeda.
Pada 9–11 Oktober 2026, Veda akan tampil di Pertamina Grand Prix of Indonesia sebagai pembalap penuh Moto3 bersama Honda Team Asia. Kali ini, ia tidak datang sebagai pembalap muda yang sedang mengejar mimpi. Ia datang sebagai bagian dari Kejuaraan Dunia.
Perjalanan menuju titik ini juga tidak sederhana.
Dalam debutnya di Moto3 2026, Veda langsung menunjukkan potensinya. Pada Grand Prix Thailand, ia finis kelima. Kemudian di Brasil, ia mencatat sejarah dengan finis ketiga dan menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih podium dalam ajang Grand Prix.
Hasil tersebut membuat Mandalika terasa semakin istimewa.
Namun, balapan kandang juga membawa sesuatu yang tidak dimiliki sirkuit lain: ekspektasi.
Ribuan penonton akan datang bukan hanya untuk melihat Moto3, tetapi juga untuk melihat salah satu pembalap muda Indonesia yang sedang membangun jalannya menuju panggung yang lebih besar.
Di sinilah perjalanan Veda menjadi menarik. Ia masih berusia 17 tahun dan baru menjalani musim pertamanya di Kejuaraan Dunia. Mandalika bukan akhir dari perjalanan, melainkan salah satu bab penting dalam proses panjang menuju kelas utama.
Tidak ada yang bisa memastikan bagaimana hasil akhirnya nanti.
Tetapi ada satu hal yang sudah berubah.
Dulu, Indonesia hanya menunggu siapa yang akan membawa nama kita ke panggung balap dunia.
Kini, kita bisa melihat seorang pembalap Indonesia tumbuh di dalamnya.
Dan ketika Veda memasuki lintasan Mandalika, mungkin yang paling menarik bukan hanya posisi berapa ia finis.
Tetapi sejauh apa mimpi seorang pembalap muda Indonesia bisa melaju dari sini.



