(Kajian Neurosains) Nostalgia Itu Halusinasi, Cerita Paling Palsu Datang dari Kepala Sendiri
Lo kira otak kita nyimpen memori kayak di komputer atau smartphone?? yang bisa di- putar ulang dengan persis?
Ternyata nggak gitu konsepnya. Proses nginget masa lalu dalam otak kita tidak pernah orisinal seperti kejadian aslinya, apa yg kita ingat sebenarnya lebih mirip seperti nge- remix lag!
Tiap kali kita throwback atau overthinking ke memori otak kita sbrnya gak cuman memutar kembali kejadian lama itu, jadi...memori itu nggak cuma dibaca, tapi dibongkar lagi. Dalam neuroscience, ini disebut rekonsolidasi memori (Nader dkk., 2000).
Jadi Pas kita meningat kembali masa lalu, saat file ingatan itu lagi kebuka, vibes, perasaan dan suasana lo hari ini, atau emosi lo saat ini bisa ikut nyampur juga ke dalam cerita yg mau kita ingat tadi dan akhirnya di-Save As lagi oleh otak.
Otak manusia itu emang suka ngisi pakai asumsi kita sendiri (Bartlett, 1932). Makanya ada yang namanya misinformation effect (Loftus & Palmer, 1974).
Contohnya: masa sekolah kita aslinya B aja. Tapi karena kita sering curhat ke temen pakai POV "bahwa itu masa yg paling keren di hidup kita", otak kita pelan-pelan cuma nge- highlight momen yg kita anggap paling keren sebagai kesan moment yang paling dramatis. Jadi kita sebenrnya nggak lagi ngarang cerita, tapi otak kita nge- update memori itu biar relate sama narasi yang dan perasaan kita saat ini!
Konteks kejadian dan Ceritanya dalam pikiran kita Tetep Valid
Kejadian intinya atau canon event-nya biasanya tetep awet dan nggak berubah (gist memory), apalagi kalau emosinya kuat (Brainerd & Reyna, 2002). Yang sering berubah itu cuma printilan detailnya seperti urutan waktu, warna baju, atau siapa yang kita anggap keren saat itu.
Jadi Intinya: kita sebenarnya nggak benar2 nginget masa lalu, tapi tanpa sadar terus-terusan rewrite masa lalu biar cocok sama character development kita yang sekarang.
Sumber literasi Biar Tetap Valid dan Edukatif:
Bartlett, F. C. (1932). Remembering: An experimental and social study. Cambridge University Press.
Brainerd, C. J., & Reyna, V. F. (2002). Fuzzy-trace theory and false memory. Current Directions in Psychological Science, 11(5), 164–169.
Loftus, E. F., & Palmer, J. C. (1974). Reconstruction of automobile destruction: An example of the interaction between language and memory. Journal of Verbal Learning and Verbal Behavior, 13(5), 585–589.
Nader, K., Schafe, G. E., & Le Doux, J. E. (2000). Fear memories require protein synthesis in the amygdala for reconsolidation after retrieval.
#sainstech


