numa
Myflipbookpro
Sains & Tech

Dari Walkman ke iPod: Ketika Tren Mendengarkan Musik Berputar Kembali

MMentari SenjaSider - 26 postingansekitar 5 jam yang laluDiperbarui sekitar 5 jam yang lalu

Pernah membayangkan mendengarkan musik tanpa membuka smartphone, melihat notifikasi, atau berpindah aplikasi? Bagi sebagian orang, pengalaman seperti ini justru mengingatkan pada era Walkman dan iPod, ketika mendengarkan musik menjadi aktivitas tersendiri.

Perjalanan teknologi pemutar musik telah mengalami perubahan besar. Pada 1979, Sony memperkenalkan Walkman yang memungkinkan orang menikmati kaset sambil berjalan atau bepergian. Musik yang sebelumnya identik dengan radio dan perangkat audio rumahan kini bisa menemani aktivitas sehari-hari melalui perangkat portabel. Memasuki era 1980-an dan 1990-an, pemutar CD portabel seperti Discman menawarkan pengalaman mendengarkan musik dalam format digital. Pendengar dapat membawa album favorit ke mana-mana, meskipun masih perlu membawa kepingan CD sebagai sumber musik.

Perubahan berikutnya datang melalui MP3 player. Musik mulai beralih menjadi file digital yang bisa disimpan di komputer dan dipindahkan ke perangkat berukuran kecil. Kehadiran iPod pada 2001 semakin memopulerkan konsep ini. Apple memperkenalkan perangkat yang mampu menyimpan hingga 1.000 lagu dalam satu pemutar musik portabel. Koleksi musik yang sebelumnya memenuhi rak atau tas kini bisa dibawa dalam saku. Namun, perkembangan smartphone dan layanan streaming kembali mengubah kebiasaan tersebut. Mendengarkan musik menjadi semakin praktis karena jutaan lagu dapat diakses melalui satu aplikasi, tanpa perlu mengumpulkan file atau membawa perangkat tambahan.

Menariknya, kemudahan itu tidak sepenuhnya mengakhiri ketertarikan pada pemutar musik khusus. Pada 2025, pencarian iPod Classic di eBay meningkat 25 persen dan iPod Nano meningkat 20 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024. Fenomena ini berlanjut menjadi pembahasan pada 2026, termasuk karena minat generasi muda terhadap perangkat lawas dan pengalaman mendengarkan musik tanpa gangguan smartphone. Mengapa perangkat yang pernah tergeser oleh teknologi lebih baru justru kembali menarik perhatian? Salah satu penjelasannya adalah perubahan cara orang memandang kenyamanan. Streaming menawarkan akses luas, sedangkan pemutar musik khusus memberi pengalaman yang lebih terarah: memilih lagu, menyusun koleksi sendiri, memasang earphone, lalu menikmati musik tanpa harus membuka berbagai aplikasi.

Tentu, kebangkitan ini belum berarti Walkman atau iPod akan kembali mendominasi seperti dahulu. Tidak semua orang ingin membeli perangkat tambahan atau mengelola koleksi musik secara manual. Namun, meningkatnya minat terhadap perangkat lama menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak selalu membuat pengalaman sebelumnya kehilangan daya tarik.

Dari kaset ke CD, dari file MP3 ke streaming, cara kita mendengarkan musik terus berubah mengikuti kebutuhan zaman. Kini, ketika akses musik semakin mudah, sebagian orang justru kembali mencari pengalaman yang lebih sederhana dan personal.

Jangan-jangan, yang kembali bukan sekadar tren Walkman dan iPod, melainkan keinginan untuk menikmati musik tanpa gangguan dunia digital.


#sainstech #sains-tech

#sainstech#sains-tech
00
M

Balasan (0)

Topik Terkait