numa
Myflipbookpro
Sains & Tech

Puncak Musim Hujan 2026/2027, Seberapa Siap Infrastruktur Kota?

PPeter ParkerSider - 49 postingansekitar 5 jam yang laluDiperbarui sekitar 5 jam yang lalu

Musim hujan bukan hal baru bagi Indonesia. Namun, setiap tahunnya, hujan deras masih kerap diikuti genangan, banjir, hingga terganggunya aktivitas masyarakat. Jalanan tergenang, transportasi tersendat, dan permukiman terendam seolah menjadi persoalan yang terus berulang ketika curah hujan meningkat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan 2026/2027 akan berlangsung secara bertahap mulai Desember 2026 hingga Februari 2027. Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami musim hujan yang datang lebih lambat dan berlangsung lebih singkat dari kondisi normal. Meski demikian, akumulasi curah hujan di sebagian besar wilayah diprediksi tetap berada pada kategori normal. Artinya, hujan berpotensi terkonsentrasi dalam periode yang lebih pendek sehingga perlu diantisipasi.

Kondisi ini menjadi perhatian bagi kota-kota besar yang memiliki persoalan banjir berulang. Pertumbuhan kawasan permukiman, perubahan fungsi lahan, berkurangnya area resapan air, serta sistem drainase yang belum optimal dapat memperbesar risiko genangan ketika hujan deras terjadi.

Di kawasan perkotaan, persoalan banjir tidak selalu disebabkan oleh tingginya curah hujan. Kapasitas saluran air, kondisi sungai, keberadaan ruang terbuka hijau, hingga pengelolaan sampah turut menentukan kemampuan sebuah kota dalam menampung dan mengalirkan air. Ketika faktor-faktor tersebut tidak dikelola secara terpadu, hujan yang seharusnya menjadi bagian dari siklus alam justru dapat mengganggu kehidupan masyarakat.

Karena itu, kesiapan menghadapi musim hujan seharusnya tidak hanya berfokus pada penanganan ketika banjir sudah terjadi. Pemerintah daerah perlu memastikan normalisasi dan pemeliharaan drainase berjalan, memperbaiki titik-titik rawan genangan, menjaga kawasan resapan, serta memperkuat sistem peringatan dini dan jalur evakuasi.

Persoalannya, berbagai upaya tersebut membutuhkan perencanaan jangka panjang, bukan sekadar pengerjaan menjelang musim hujan. Infrastruktur pengendalian banjir juga perlu disesuaikan dengan perkembangan kota dan perubahan pola cuaca yang semakin dinamis.

Pada akhirnya, kesiapan sebuah kota menghadapi musim hujan tidak cukup diukur dari seberapa cepat petugas datang ketika banjir terjadi. Lebih dari itu, kesiapan seharusnya terlihat dari seberapa baik kota mampu mencegah genangan, melindungi masyarakat, dan menjaga aktivitas tetap berjalan ketika hujan datang.

Sebab, hujan mungkin tidak bisa dikendalikan, tetapi dampaknya seharusnya bisa diantisipasi.

#sainstech #sains-tech

#sainstech#sains-tech
01
P

Balasan (0)

Topik Terkait