Benarkah Majapahit benar-benar menguasai seluruh Nusantara?
Daripada kita cuma denger klaimnya, sekarang kita lihat langsung teks aslinya dari Nagarakretagama.
Di Pupuh 13, tertulis:
lwirning nūṣa pranūṣa pramukha sakahawat kṣoni ri Malayu
nang Jāmbi mwang Palembang Karitang i Tĕba len Dharmāśraya tumūt
Kaṇḍis Kahwas Manangkabwa Siyak i Rĕkan Kāmpar mwang i Pane
Kāmpe Haru āthawe Maṇḍahiling i Tumihang Parlak mwāng i Barat
Nah, bagian ini nyebutin berbagai nama wilayah.
Ada Melayu, Jambi, Palembang, Dharmasraya, Minangkabau, Siak, Kampar, Pane, dan wilayah lainnya.
Lanjut Pupuh 13 bait berikutnya:
Lwas mwang Samudra lawan Lamuri
Batan Lampung mwang Barus…
Di sini muncul Samudra, Lamuri, Barus, Lampung, dan wilayah lainnya.
Kemudian masuk ke Pupuh 14.
Teksnya:
Hujung Medini Pahang ri yatikāṅ prathama
Langkasuka Saimwang Kalantan Trengganu…
Johor Paka Muwar Dungun Tumasik Kelang
Kedah Jerai Kanjapiniran…
Jadi di sini disebut Pahang, Langkasuka, Kelantan, Trengganu, Johor, Muar, Tumasik, Kelang, Kedah, dan lainnya.
Kemudian bergerak ke wilayah timur:
Bali ri sakāraṇa nāgara pramukha Badahulu
Gurun Sukun Taliwang Pulau Sapi Dompo
Sanghyang Api Bima Seran Hutan Kendali…
Ada Bali, Badahulu, Taliwang, Dompo, Bima, Seran, dan wilayah lainnya.
Dan yang paling menarik, di bagian akhir Pupuh 14:
ikang saka sanūṣa-nūṣa Makasar Butun Banggawi
Kunir Galiyahu mwang i Salaya Sūmba Solot Muwar
muwah tikang i Waṇḍan Ambwan āthawā Maloko Wwanin
ri Seran i Timur makādining angeka nūṣātutur
Di sini disebut Makasar, Buton, Banggawi, Salaya, Sumba, Solot, Wanda, Ambon, Maluku, Wanin, Seran dan Timor.
Sekarang kita masuk ke Pupuh 15.
Ini justru bagian yang menarik:
Siam Ayodhyapura Darmanagari Marutma
Rajapura Singhanagari Campa Kamboja Yawana
mitra ri sang narapati…
Di sini ada Siam, Ayodhya, Campa, Kamboja, Yawana, dan beberapa negara lain yang disebut memiliki hubungan dengan Majapahit.
Kemudian ada bagian:
těka pwa ya Nusantara kabeh
samudra lawan tanah Jawa…
Dan bagian yang berkaitan dengan upeti:
Semenjak Nusantara menadah perintah Sri Baginda
Tiap musim tertentu mempersembahkan pajak upeti…
Nah, dari sini mulai muncul pertanyaan besar.
Apakah semua nama wilayah yang disebut dalam Nagarakretagama benar-benar merupakan wilayah yang diperintah langsung oleh Majapahit?
Atau sebenarnya bentuk hubungannya berbeda-beda?
Karena disebut dalam daftar belum otomatis berarti diduduki dan diperintah langsung.
Bisa saja hubungannya berupa pengaruh politik, hubungan diplomatik, perdagangan, atau kewajiban upeti.
Jadi kalau ada yang bilang,
“Nagarakretagama membuktikan Majapahit menguasai seluruh Nusantara secara langsung,”
kita harus lihat lagi teksnya secara lengkap dan konteks sejarahnya.
Karena pertanyaan sebenarnya bukan cuma:
“Seberapa luas wilayah yang disebut?”
Tapi:
“Seberapa jauh kekuasaan Majapahit benar-benar berjalan di wilayah-wilayah tersebut?”
Dan itu yang menarik buat kita bedah.




