INKOMPETENSI LEBIH BERBAHAYA DARIPADA KEJAHATAN

Dunning–Kruger Effect (Kruger & Dunning, 1999)
Orang jahat mungkin memiliki niat untuk merusak, tetapi orang inkompeten bisa menciptakan kerusakan tanpa pernah merasa sedang melakukan kesalahan.
Orang jahat umumnya sadar bahwa tindakannya merugikan orang lain. Sementara orang inkompeten sering kali tidak memahami konsekuensi dari keputusan dan tindakannya sendiri. Bahkan, dalam banyak kasus, mereka justru merasa paling benar, paling tahu, dan paling pantas mengambil keputusan.
Di sinilah bahayanya.
Ketika kebodohan bertemu dengan kekuasaan, dampaknya tidak lagi menjadi persoalan individu, tetapi bisa berubah menjadi bencana kolektif.
Lebih berbahaya lagi ketika ketidakmampuan itu dibungkus dengan kepercayaan diri yang berlebihan, sementara kritik dianggap sebagai ancaman dan pengetahuan dipandang sebagai bentuk perlawanan.
Orang yang tidak tahu sebenarnya tidak berbahaya selama ia menyadari ketidaktahuannya dan bersedia belajar. Yang berbahaya adalah orang yang tidak tahu, tetapi tidak menyadari bahwa dirinya tidak tahu.
Kebodohan bukanlah kejahatan. Namun, ketika kebodohan diberi kekuasaan, menolak pengetahuan, dan kehilangan kemampuan untuk mengoreksi diri, akibatnya bisa jauh lebih merusak daripada kejahatan yang dilakukan secara sadar.
Karena pada akhirnya, sebuah masyarakat tidak hanya bisa hancur oleh niat buruk orang-orang jahat, tetapi juga oleh keputusan buruk orang-orang yang tidak memiliki kapasitas untuk memahami akibat dari tindakannya.
BAGAIMANA DENGAN ORANG YG INKOMPETENE DAN BEKAS PENJAHAT?
Apakah masa lalunya telah mengajarkan kebijaksanaan, atau justru kekuasaan memberinya kesempatan untuk mengulangi kesalahan yang sama dalam skala yang lebih besar?


