numa
Myflipbookpro
Sosial & Politik

Three-Finger Salute: Apa Pesan di Balik Simbol Tiga Jari?

Rio ChanRio ChanSider - 57 postingansekitar 6 jam yang laluDiperbarui sekitar 6 jam yang lalu

Tiga jari terangkat ke udara. Gestur sederhana ini belakangan ramai terlihat dalam aksi demonstrasi dan unggahan media sosial di Indonesia. Dikenal sebagai Three-Finger Salute, simbol ini bukan sekadar tren visual, melainkan bentuk ekspresi solidaritas dan perlawanan yang memiliki sejarah panjang.

Popularitasnya tidak lepas dari film The Hunger Games, yang diadaptasi dari novel karya Suzanne Collins. Dalam ceritanya, salam tiga jari awalnya digunakan masyarakat Distrik 12 sebagai tanda penghormatan, simpati, dan perpisahan. Namun, seiring berkembangnya cerita, gestur tersebut berubah menjadi simbol perlawanan terhadap kekuasaan otoriter Capitol.

Dari layar film, simbol ini kemudian merambah dunia nyata. Pada 2014, demonstran di Thailand menggunakannya sebagai bentuk penolakan terhadap kudeta militer. Gestur serupa kembali terlihat dalam gerakan pro-demokrasi di Myanmar pada 2021. Tiga jari pun berkembang menjadi bahasa visual yang merepresentasikan solidaritas, kebebasan, dan perlawanan.

Di Indonesia, simbol ini kembali mencuri perhatian dalam aksi demonstrasi pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Sejumlah mahasiswa mengangkat tiga jari ketika membacakan ikrar Sumpah Pemuda. Penggunaannya juga menyebar melalui media sosial, menjadi cara generasi muda menunjukkan dukungan dan menyampaikan keresahan terhadap berbagai persoalan sosial dan politik.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa budaya populer tidak selalu berhenti sebagai hiburan. Sebuah simbol dari cerita fiksi dapat memperoleh makna baru ketika bertemu dengan realitas sosial. Bahkan, tanpa perlu banyak kata, sebuah gestur bisa menjadi penanda identitas, solidaritas, sekaligus kritik.

Namun, di tengah maraknya penggunaan simbol tiga jari, ada pertanyaan yang lebih penting: apakah pesan di baliknya benar-benar dipahami, atau justru berisiko menjadi tren yang hanya ikut-ikutan?

Sebab, menyuarakan aspirasi tidak cukup hanya dengan mengangkat tiga jari. Simbol akan memiliki arti ketika diikuti pemahaman, keberanian menyampaikan pendapat, dan keterlibatan nyata dalam memperjuangkan perubahan.


#sosialpolitik #sosial-politik

#sosialpolitik#sosial-politik
00
Rio Chan

Balasan (0)

Topik Terkait