Ketika VAR Ikut Menentukan Drama Sepak Bola Modern
Sepak bola kini bukan hanya soal ketajaman penyerang, pertahanan yang solid, atau keputusan wasit di lapangan. Kehadiran Video Assistant Referee (VAR) menambah satu elemen baru dalam pertandingan: menunggu keputusan.
Dalam laga Persib Bandung melawan Persik Kediri pada 18 Oktober 2026, misalnya, pertandingan berakhir dengan kemenangan Persib 1–0. Gol Persik yang dianulir karena offside dan sejumlah keputusan yang melibatkan VAR turut menjadi bagian dari drama pertandingan. Situasi seperti ini menunjukkan bagaimana keputusan berbasis tayangan ulang dapat memengaruhi jalannya laga sekaligus emosi penonton.
Secara prinsip, VAR dirancang untuk membantu wasit mengoreksi kesalahan yang jelas dalam situasi penting, seperti gol, penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identitas pemain. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan wasit. Teknologi ini bukan pengganti wasit, melainkan alat bantu untuk meningkatkan akurasi keputusan. (IFAB)
Meski demikian, kehadiran VAR tidak serta-merta menghilangkan kontroversi. Proses peninjauan dapat menghentikan momentum pertandingan, membuat pemain menunggu, dan menahan penonton dalam ketidakpastian. Di stadion, selebrasi gol yang terlanjur pecah bisa berubah menjadi kekecewaan ketika keputusan akhirnya dianulir. Di layar televisi, penonton justru ikut menebak-nebak keputusan melalui tayangan ulang dari berbagai sudut.
Di sisi lain, menuntut VAR mengambil keputusan secepat mungkin juga bukan solusi sederhana. Akurasi membutuhkan waktu, terutama ketika insiden melibatkan interpretasi aturan. Tantangannya adalah memastikan proses peninjauan berjalan transparan, konsisten, dan tidak mengganggu alur pertandingan lebih lama dari yang diperlukan.
Pada akhirnya, VAR memperlihatkan bahwa teknologi dapat membantu sepak bola menjadi lebih akurat, tetapi tidak otomatis membuat setiap keputusan diterima semua pihak. Selama masih ada ruang interpretasi dalam aturan, perdebatan akan tetap menjadi bagian dari permainan.
Sebab, teknologi mungkin bisa memutar ulang setiap kejadian di lapangan, tetapi belum tentu bisa mengakhiri perdebatan di tribun.
#sporte-sport #sport







