PART 4 : Ancaman Regional dan Lahirnya Fortoleza de Ende Minor
Perkembangan komunitas Katolik di Ende memunculkan dinamika baru dalam hubungan politik kawasan. Meningkatnya pengaruh Portugis mendapat perlawanan dari berbagai kekuatan maritim yang beroperasi di Laut Flores, khususnya kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan jaringan perdagangan Islam di kawasan tersebut. Persaingan ini menunjukkan bahwa Ende telah menjadi bagian dari perebutan pengaruh antara berbagai kekuatan regional pada paruh kedua abad ke-16.
Sekitar tahun 1570, Komunitas katolik di Ende mengalami serangan yang mengakibatkan sebagian penduduk mengungsi ke Pulau Ende. Dalam situasi tersebut, Friar Simão Pacheco menghimpun sekitar 7.000 penduduk dari Numbas, Charaboro, dan Currolalas untuk membangun sebuah benteng pertahanan dari kayu sebagai pusat perlindungan masyarakat Katolik. Benteng inilah yang dalam berbagai sumber kemudian dikenal sebagai cikal bakal Fortoleza de Ende Minor.
Benteng kayu tersebut berfungsi sebagai pusat pertahanan sementara sekaligus tempat perlindungan bagi komunitas Katolik yang berkembang di Pulau Ende. Namun, sifat konstruksinya yang masih sederhana menyebabkan benteng tersebut tidak mampu bertahan menghadapi serangan-serangan berikutnya sehingga akhirnya mengalami kehancuran. Peristiwa ini menjadi titik awal perubahan strategi pertahanan Portugis yang kemudian diwujudkan melalui pembangunan benteng permanen berbahan batu pada akhir abad ke-16.



