numa
Sejarah & Budaya

DUNIA SIMULACRA vs DUNIA SIMULASI

WiyanWiyanSider - 42 postingan15 hari yang laluDiperbarui 15 hari yang lalu

Pernahkah Anda sadar bahwa hidup yang Anda jalani saat ini mungkin hanyalah sebuah kepalsuan yang disepakati bersama? Selamat datang di era Simulacra, sebuah konsep yang dipopulerkan oleh sosiolog dan filsuf Prancis, Jean Baudrillard, dalam karya monumentalnya berjudul Simulacra and Simulation (1981).

Jika simulasi adalah usaha meniru realitas (seperti simulator penerbangan), maka simulacra adalah pembunuhan realitas itu sendiri. Ia menciptakan dunia hiperrealitas (hyper-reality)—sebuah ilusi yang begitu memabukkan, begitu sempurna, dan begitu imajinatif hingga manusia tak lagi mampu, atau bahkan tak mau, membedakan mana yang asli dan mana yang fiktif.

download (16).webp


Mari lihat layar ponsel Anda, karena media sosial adalah inkarnasi paling kejam dari simulacra.

Anda memposting foto di kafe estetik dengan filter cahaya sempurna, senyum yang diatur sedemikian rupa, dan caption yang merangkum kehidupan yang tanpa celah. Faktanya? Anda mungkin kelelahan, dompet Anda menipis, dan Anda merasa kesepian begitu layar ponsel dimatikan. Namun, di dunia simulacra, fakta berantakan itu tidak lagi berharga. Realitas digital Anda yang sempurna itulah yang kini diakui sebagai "kebenaran" oleh ratusan atau jutaan pasang mata.

Baudrillard menyebut ini sebagai tahap di mana tanda dan citra tidak lagi merepresentasikan kenyataan, melainkan menutupi kenyataan, hingga akhirnya menggantikan kenyataan itu sendiri. Kepalsuan yang diulang-ulang di dunia maya menjadi lebih nyata daripada kenyataan di dunia fisik. Kita tidak lagi mengonsumsi pakaian, makanan, atau liburan, melainkan mengonsumsi citra dari hal-hal tersebut agar terlihat pantas di mata orang lain.

Lebih mengerikannya lagi, simulacra memutarbalikkan logika hidup kita. Kita sekarang rela mati-matian mengubah, menyiksa, dan memanipulasi realitas fisik kita yang sebenarnya normal dan tidak sempurna, hanya demi menyamai standar dunia fiktif yang kita ciptakan sendiri di layar. Realitas asli telah mati suri, dan kita merayakannya dengan menekan tombol like.

download (20).webp


-----------------------------------------

  • Baudrillard, Jean. (1981). Simulacres et Simulation. Paris: Éditions Galilée. (Edisi terjemahan bahasa Inggris yang paling sering dirujuk akademisi: Baudrillard, J. (1994). Simulacra and Simulation (S. F. Glaser, Trans.). University of Michigan Press.)

  • Baudrillard, Jean. (1970). The Consumer Society: Myths and Structures. (Buku ini menjelaskan bagaimana masyarakat modern lebih gila mengejar simbol status daripada fungsi asli sebuah barang, menjadi akar terbentuknya budaya pamer di media sosial).

  • Eco, Umberto. (1986). Travels in Hyperreality. (Alternatif bacaan yang bagus untuk memahami bagaimana manusia modern lebih menyukai kepalsuan yang sempurna daripada keaslian yang cacat).

#sosialpolitik

#sosialpolitik
010
Wiyan

Balasan (0)

Topik Terkait