Apakah Ada Konspirasi di Balik Balai Lelang Seni?

Balai lelang seharusnya menjadi tempat pasar menemukan harga sebuah karya. Tapi pertanyaannya: bagaimana kalau lelang justru dipakai untuk membentuk harga? Dalam teori lelang dikenal praktik shill bidding, yaitu ketika penjual atau pihak yang mewakilinya ikut menawar untuk menciptakan kompetisi semu dan mendorong harga naik. Praktik seperti ini bukan sekadar teori internet, tetapi telah menjadi objek penelitian ekonomi tentang manipulasi lelang (McCannon & Minuci, 2020).
Dalam skenario yang lebih ekstrem, karya bisa ditawar oleh orang yang sebenarnya terafiliasi dengan pemilik atau penjual. Jika akhirnya kelompok sendiri yang “memenangkan” karya, secara ekonomi karya tersebut praktis belum berpindah ke pembeli independen, tetapi harga lelang yang tinggi sudah tercatat dan dapat memengaruhi persepsi pasar. Ada laporan historis mengenai praktik yang disebut training the market, termasuk tuduhan penggunaan shill bidder dan memasukkan kembali karya pada musim lelang berikutnya untuk mendorong harga secara bertahap. Namun praktik semacam ini tidak boleh digeneralisasi sebagai cara kerja seluruh galeri atau balai lelang.
Yang lebih gelap adalah potensi money laundering. FATF secara resmi menyebut pasar seni rentan karena harga karya bersifat subjektif, pasar tidak sepenuhnya transparan, transaksi dapat melibatkan perantara dan pembeli anonim, serta karya dapat dinilai terlalu tinggi atau terlalu rendah. Karakteristik tersebut dapat dieksploitasi untuk menyembunyikan atau memindahkan hasil kejahatan. FATF juga menegaskan bahwa mayoritas pelaku pasar seni tidak terlibat aktivitas ilegal.
Di sinilah teori Pierre Bourdieu menjadi menarik: nilai karya tidak hanya berada pada kanvas, tetapi juga dibangun melalui modal simbolik, legitimasi dan jaringan institusi (Bourdieu, 1993). Galeri, kolektor, kurator, museum, media dan balai lelang dapat ikut membentuk persepsi nilai.
Jadi pertanyaannya bukan sekadar “berapa harga lukisan ini?” tetapi: siapa yang pertama kali membuat kita percaya bahwa lukisan itu memang pantas dihargai semahal itu?






