numa
Sosial & Politik

BREAKING NEWS : Apa Pesan di Balik Reshuffle Purbaya?

Fania MeyandraFania MeyandraSider - 35 postingan15 hari yang laluDiperbarui 15 hari yang lalu
purbaya.webp

Pergantian Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan bukan sekadar pergantian pejabat. Ini adalah keputusan politik yang langsung bersentuhan dengan uang negara, pasar, dan arah kebijakan ekonomi Indonesia.

Purbaya sebelumnya datang dengan pendekatan yang cukup tegas. Ia mendorong agar APBN bekerja lebih cepat, penerimaan diperkuat tanpa menambah beban baru kepada masyarakat, sekaligus membenahi sistem perpajakan dan kebocoran penerimaan. Hingga Juli 2026, penerimaan pajak tercatat Rp1.224,3 triliun atau tumbuh 23,7 persen secara tahunan. Belanja negara mencapai Rp1.969,6 triliun, sementara defisit berada di Rp235,6 triliun atau 0,91 persen terhadap PDB.

Di atas kertas, angka tersebut tidak menunjukkan kondisi fiskal yang sedang kehilangan kendali. Bahkan pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 sebesar 5,61 persen, dengan pendapatan negara hingga Maret tumbuh 10,5 persen.

Lalu mengapa Purbaya diganti?

Di sinilah reshuffle menjadi persoalan kebijakan publik. Menteri Keuangan bukan sekadar administrator APBN. Ia berada di persimpangan antara kepentingan presiden, DPR, dunia usaha, pasar keuangan, dan kebutuhan masyarakat.

Pergantian mendadak dapat dibaca sebagai upaya Presiden Prabowo mengubah gaya pengelolaan fiskal sekaligus memperkuat koordinasi politik di pemerintahan. Namun, publik berhak mendapatkan alasan yang lebih transparan, apakah pergantian ini murni soal kinerja, perbedaan pendekatan, atau ada kalkulasi politik yang lebih besar?

Pasar juga akan membaca pesan tersebut. Ketika kursi Menteri Keuangan berubah, yang dipertaruhkan bukan hanya nama seorang pejabat, tetapi kredibilitas kebijakan fiskal. Karena itu, pertanyaan terpenting dari reshuffle Purbaya bukan siapa penggantinya, melainkan kebijakan apa yang akan berubah setelahnya.

Jika jawabannya tidak jelas, reshuffle hanya menjadi pergantian kursi. Tetapi jika arah fiskalnya berubah, publik perlu tahu: siapa yang diuntungkan, siapa yang menanggung risikonya, dan untuk kepentingan siapa APBN akan bekerja?

05
Fania Meyandra

Balasan (0)

Topik Terkait