numa
Sosial & Politik

Siapa yang Seharusnya Menjamin Makanan Anak?

MMentari SenjaSider - 19 postingan13 hari yang laluDiperbarui 13 hari yang lalu

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang dengan tujuan yang sederhana: memastikan anak-anak mendapatkan makanan yang bergizi. Namun, ketika muncul kasus anak mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG, persoalannya tidak lagi hanya soal apa yang ada di dalam kotak makanan, tetapi juga soal siapa yang bertanggung jawab memastikan makanan tersebut aman.

Dalam situasi seperti ini, muncul kembali pilihan membawa bekal dari rumah. Bagi sebagian orang tua, membawa makanan sendiri mungkin terasa sebagai langkah paling aman. Orang tua dapat mengetahui apa yang dimasak, bahan yang digunakan, hingga bagaimana makanan tersebut disiapkan.

Namun, muncul sebuah pertanyaan yang lebih besar: jika orang tua kembali harus menyiapkan makanan sendiri untuk memastikan anaknya aman, lalu di mana posisi jaminan keamanan dari program MBG?

Pertanyaan tersebut bukan berarti membawa bekal dari rumah adalah sesuatu yang keliru. Bekal justru dapat menjadi pilihan yang baik. Persoalannya adalah ketika bekal muncul sebagai respons terhadap kekhawatiran atas keamanan makanan dari sebuah program yang memang dibuat untuk menyediakan makanan bagi anak.

MBG bukan sekadar persoalan membagikan makanan. Ketika negara menjalankan program makanan dalam skala besar, ada rantai panjang yang harus dipastikan berjalan: pemilihan bahan, proses memasak, kebersihan dapur, penyimpanan, distribusi, hingga makanan akhirnya diterima dan dikonsumsi oleh anak.

Karena itu, ketika terjadi masalah, pertanyaan publik seharusnya tidak berhenti pada “anak membawa bekal atau tidak?”. Pertanyaan yang lebih penting adalah: seberapa kuat sistem pengawasan yang memastikan makanan tersebut aman sebelum sampai ke tangan anak?

Orang tua tentu memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan makanan anak. Tetapi program publik juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjadi penerimanya.

Pada akhirnya, persoalan MBG bukan tentang memilih antara makanan dari negara atau bekal dari rumah. Keduanya bahkan bisa berjalan berdampingan dalam kondisi tertentu. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa ketika seorang anak menerima makanan dari sebuah program negara, orang tua tidak perlu bertanya-tanya apakah makanan itu aman untuk dimakan.

Karena makanan bergizi tidak cukup hanya bergizi.

Ia juga harus aman.


#sosialpolitik #sosial-politik

#sosialpolitik#sosial-politik
00
M

Balasan (0)

Topik Terkait