numa
Sosial & Politik

Setelah Mimpi Piala Dunia, Ke Mana Atmosfer Timnas Pergi?

CamaroCamaroSider - 19 postingan11 hari yang laluDiperbarui 11 hari yang lalu

Beberapa waktu lalu, Timnas Indonesia membuat mimpi Piala Dunia terasa semakin dekat. Untuk pertama kalinya, Indonesia melangkah hingga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, perjalanan itu akhirnya terhenti dan mimpi tampil di Piala Dunia kembali harus ditunda.

Menariknya, yang berubah bukan hanya hasil di lapangan, tetapi juga atmosfer di sekitar Timnas.

Ketika Piala Dunia terasa dekat, setiap pertandingan seperti menjadi sebuah peristiwa. Stadion penuh, jersey merah-putih memenuhi jalanan, dan Timnas menjadi bahan pembicaraan di mana-mana. Setelah mimpi itu kandas, pertanyaannya adalah: apakah antusiasme tersebut ikut hilang?

FIFA ASEAN Cup 2026 datang pada momentum yang menarik. Mulai 24 September hingga 5 Oktober, Indonesia menjadi tuan rumah Division 1 dan akan menghadapi Singapura, Malaysia, serta Bangladesh di fase grup.

Turnamen ini memang bukan Piala Dunia. Tetapi sepak bola Indonesia tidak selalu hidup karena sebuah trofi.

Ada fans yang datang untuk menang, tetapi ada juga yang datang untuk bernyanyi, bertemu komunitas, memakai jersey kebanggaan, atau sekadar merasakan atmosfer stadion bersama ribuan orang lainnya.

Di situlah sepak bola masih memiliki ruang.

Ruang untuk mendukung, ruang untuk kecewa, ruang untuk mengkritik, dan yang paling penting, ruang untuk tetap merasa menjadi bagian dari perjalanan Timnas.

Piala Dunia mungkin belum berhasil dicapai. Namun selama fans masih datang dan suara mereka masih memenuhi stadion, perjalanan Timnas Indonesia belum benar-benar kehilangan atmosfernya.


#sosialpolitik #sosial-politik

#sosialpolitik#sosial-politik
01
Camaro

Balasan (0)

Topik Terkait